Diajak ACMI ke Jazz Market by The Sea 2015

Duh, suka merasa beruntung kalau diajak komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia jalan-jalan. Pasalnya saya jadi belajar banyak sekali soal makanan Indonesia, jadi bukan hanya jalan-jalan tapi icip-icip pula.

Sesampainya di Bali saya berkeliling sejenak di Jazz Market 2015 terlebih dahulu. Ternyata event tersebut adalah semacam pop-up market dengan panggung jazz yang siap menghibur para pengunjung yang datang. Makin banyak yah event musik yang menonjolkan sisi kulinernya juga? Jadi enak deh, kapan lagi makan sambil nonton live performance.

Nah dalam tiga hari Jazz Market 2015, ACMI membuka booth yang menyediakan aneka masakan Indonesia; ada Gudeg Yu Nap (Kuliner Khas Yogya), Ayam Tangkap Atjeh Rayeuk (Kuliner Khas Aceh), Warung Basang (Kuliner Khas Tabanan, Bali), Taliwang Bersaudara (Kuliner khas Taliwang, Lombok), Warung Mbok Geg (Kuliner khas Jawa Barat), dan Restoran Sasanti (Kuliner khas Manado).

Bukan cuma booth, tapi ada pula culinary sharing plus cooking demo berbagai masakan dari banyak daerah. Ya, at least saya punya info banyak dong buat nulis di Farrago.

Di hari pertama, culinary sharing Manado dibawakan oleh Chef Stanly Lumi. Masak apa? AYAM WOKU! Favorit ih!

Ayam Woku buatan Chef Stanly Lumi

Ayam woku ini pedas sekali! Saya jadi penasaran apakah orang luar negri bis makan masakan Indonesia yang pedas ya? Jadi saya pun cari jawabannya dengan tanya-tanya Om Will dan Chef Stanly. Jawaban mereka saya rangkum dalam artikel “Benarkah makanan Indonesia terlalu pedas untuk orang Barat?

Di hari kedua, culinary sharing Bali dibawakan oleh Pak Darta dengan didampingi Om William Wongso dan Santhi Serad. Sate lilit dan lawar jadi camilan sore saya hari itu. Enaaaakkk

Ini dia culinary sharing yang ditunggu-tunggu

Sementara itu, di hari ketiga culinary sharing dilakukan oleh Rahung Nasution. Saya secara personal tidak tahu banyak soal masakan Batak jadi tentu saja akhirnya saya jadi tahu banyak.

Selepas kegiatan ACMI saya rehat dengan menikmati panggung musik. Bayangin deh, dengar musik jazz sambil ngemil nachos dan minum Redler. HEAVEN PAK! Ternyata di sana Redler murah banget, jadi lumayan lah buat menghangatkan diri sambil kena semilir-semilir angin laut.

Simak bagaimana cara ACMI promosikan kuliner Indonesia di Jazz Market by The Sea 2015

Belum lagi jelang malam, saya lebih memilih untuk makan jagung bakar saja. Habislah saya cuma ngemil selama di Bali.

Udah siap mau beli nih!

Well, thank you liburannya dear Teh Santhi dan Teh Nita. Ini mah namanya liburan bermanfaat ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s