But First Coffee, kafe seru untuk bekerja maupun menyendiri di Dharmawangsa

Buat saya pribadi, kafe yang asyik itu bisa jadi tempat kerja atau sekadar tempat nongkrong. Sebenarnya saya jarang berpindah-pindah kafe karena kalau sudah jatuh cinta ke satu kafe, biasanya itu-itu lagi.

Cuman, entah mengapa hari ini grup Pronto (Nyonyah Nunik, Ellen Soo, dan Memel) ala-ala mencari suasana baru untuk nongkrong. Intinya sih lagi bosan ke tempat kami biasa nongkrong. Berhubung saya latihan musik di gereja, saya bartu tahu tempatnya setelah selesai latihan. Pikir saya, tumben mereka baik, ngasih tempat di Dharmawangsa (fyi, tempat latihan saya di Fatmawati).

Meluncurlah ke sana. Kata Nyonyah Nunik, patokannya belakang Dharmawangsa Square. Kalau teman-teman mengikuti direksi tersebut, pasti sampai. Orang saya yang bodoh banget soal jalan saja sampai dengan selamat tanpa Waze atau pun Google Maps.

Masuk ke But First Coffee sempat bingung karena ada tiga bagian gitu, Saya masuk dari kiri pintu dan ternyata langsung smoking area. Untungnya smoking area-nya terbuka, jadi nggak ngepul-ngepul amat!

Yang membuat saya tertarik adalah ruangan ngopi non-smokingnya. Agak kecil tapi nyaman, Colokan ada, WiFi lumayan cepat, plus buku-buku bacaan mulai dari Novel, Nat Geo, hingga Monocle. Wah cocok!

Such a cozy cafe

Sayang saya datangnya agak malam, menurut saya di pojok dekat jendela adalah tempat paling cozy untuk bekerja. Lihat deh mbak-mbaknya asyik sekali duduk sambil buka laptop di tempat tersebut. AH! SAYA TELAT!

A great place for working

Saya pun memesan kopi. Sebenarnya saya pribadi adalah pecinta mocha. Biasanya ke kafe baru selalu coba mocha latte dan begitupun di But First Coffee.

Untuk harga Rp.45 ribu, saya puas dengan mocha di But First Coffee. Bukan hanya karena latte art-nya yang Indonesia banget tapi rasanya juga yang sangat nyaman di mulut. Ada rasa pahit cokelat dan kopi yang berpadupadan. Inilah yang saya cari dari segelas mocha latte. SEDAP!

A fabulous mocha! Me likey

Soal camilan, karena ke sananya rame-an, kita pun patungan (iya patungan) belI Nachos. Harga nachosnya (Rp.75 riibu). Memang agak mahal, tapi porsinya lumayan besar plus kejunya banyak. Tidak lupa ada salsa dan guacamole yang bikin sajian tersebut tambah sedap.

A great nachos

Saya memang belum merasakan semua makanan dan minuman di But First Coffee, tapi ini bisa jadi salah satu rekomendasi saya untuk teman-teman yang butuh kafe untuk bekerja. Tempat ini juga cocok untuk menyendiri sambil baca buku, kok! Personally, from now on, this is one of my favorite cafe.

mtf_wHEyC_1621.jpg

Me!

Apa yah penutupnya, ummm gitu sajalah! Kalau ke sana dan ketemu saya, sapa ya! Atau boleh juga ajak saya ngedate di But First Coffee. Ya siapa tau kan kita bisa jadian #eh.

Oh iya, kalau mampir ke sana, perlu diingat kalau mereka tutup jam 21.00. Jadi buat yang ingin nongkrong sampai malam mungkin bisa lanjut ke tempat lain.

All images captured with Samsun Galaxy KZOOM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s