Kenapa paslon Pilkada atau Pemilu harus dinomori?

Tulisan ini sudah lama pengen saya tulis, tepatnya dari masa-masa kampanye Pilkada DKI putaran pertama. Well, saya cuma berharap tolonglah, daripada dinomori, kenapa tidak paslon dikasih alphabet saja?

Begini, masalahnya jari yang menunjukkan angka 1,2, dan 3 itu biasa kita gunakan untuk pose foto. Saya personally, sangat suka mengeluarkan pose peace yang seperti angka dua. Saya memang bukan remaja Jepang, tapi saya suka melakukannya; mengingat Alessandra Ambrosio juga suka pose dengan tangan peace. Coba kalo begini, apa doi kampanye gitu?? HAH, JAWAB!!

iSumber foto: Instagram Alessandra Ambrosio

Mungkin di luar negeri pose dengan jari menunjukkan nomor tidak dikaitkan dengan nomor urut paslon saat election. Tapi, di Indonesia, yang mana masih banyak orang baperan; itu bisa jadi masalah.

Saya suka malas kalau tiba-tiba datang ke satu acara, foto bareng, dan harus diperintah “jangan kampanye ya!”. Padahal bukan berarti saya mengeluarkan jari 2 itu saya sedang kampanye. BUKAN! Tapi saya hanya ingin terlihat mirip Alessandra Ambrosio.

Apalagi dalam masa Pilkada putaran kedua kemarin, beberapa kali saya menemukan orang-orang juga jadi sensitif dengan jari dua dan jari tiga. Saya kerap ditanya, “Dukung Ahok banget, mbak?”. Well, saya memang memilih Ahok kemarin, tapi bukan berarti saya pose peace dalam rangka kampanye.

Ini sama seperti Bu Sisca Soewitomo yang selalu berpose dengan jari ‘oke’ yang mirip banget dengan oke oce. Apapun pilihan dia (walaupun mungkin pilihannya adalah Anies-Sandi) tapi dia sudah melakukan pose itu dari tahun 1990-an. ITU SEMACAM TEMPLATE FOTONYA BELIAU, GENG!

Terus kalau tiba-tiba foto bareng bu Sisca yang memang signature posenya seperti itu, masa iya fotografer harus bilang “Bu Sisca, itu jangan kampanye dulu!” Lahhh, blunder kan?

Mungkin memang masyarakat Indonesia masih belum bisa memisahkan pilihan politik dengan kegiatan sehari-hari. Apa-apa jadi sensitif karena politik, tanpa berpikir sebenarnya tidak semua hal harus dikaitkan dengan politik, kan?

Kalau memang masyarakat kita belum dewasa dalam menghadapi ini, mungkin ada baiknya daripada paslon dinomori, mending dikasih alphabet. Pasalnya, saya rasa nggak ada tuh pose foto dengan alphabet A, B, C. Jarang banget kan kalian pose dengan membentuk huruf? Saya sih nggak pernah.

Sudah ya, ini pilkadanya sudah selesai. Saya ingin bisa berpose bak Alessandra Ambrosio tanpa ada yang sensi. Kalau Anda mungkin mau sedikit leveling-up kecerdasan, mbok ya jangan apa-apa dikaitkan dengan politik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s