Bertemu Cik Akim, sosok dibalik sedapnya Martabak Akim

Martabak Bangka Akim, Tanjung Duren

Beberapa waktu lalu shooting Martabak Akim yang terkenal di kawasan Tanjung Duren. Usut punya usut favorit di sana adalah martabak pandannya karena warna hijau yang catchy banget itu.

Mampir ke sana, rupanya masih belum buka. Tidak beberapa lama, ada seorang perempuan Chinese yang sibuk membereskan beberapa dus yang isinya adalah bahan buat martabak. Rupanya, itulah sosok di balik Martabak Akim.

Saya pun langsung menghampiri Cik Akim yang ternyata menyambut saya dengan sangat ramah.

Martabak Bangka Akim, Tanjung Duren

“Wah, hari ini lagi mati lampu di rumah, jadi saya nggak bisa buat adonan yang hijau,” jelasnya kepada saya saat saya minta dibuatkan satu loyang martabak.

Akhirnya saya pun memesan martabak kismis dengan topping setengah keju dan setengah lagi keju, kacang, cokelat, dan wijen. Sebenarnya biasa orang memesan setengah keju dan setengah lagi kacang, cokelat, wijen, tapi karena saat itu untuk kebutuhan syuting saya request tambahan supaya warnanya kontras.

Rupanya Cik Akim sendiri yang membuat martabak pesanan saya itu. Saya kaget karena toppingnya dibuat banyak sekali. Bahkan kejunya saja satu setengah blok.

Baca juga: Topping dan filling pilihan untuk kamu yang sedang diet

Martabak Bangka Akim, Tanjung Duren

“Cik, ini buat semuanya sendiri?” tanya saya.
“Biasanya ada satu orang yang bantu, tapi kalau racikan memang saya sendiri yang pegang,” jelas Cik Akim.

Martabak Akim ini jadi lebih spesial karena martabaknya digulung. Saya sempat bertanya, kenapa Cik Akim kepikiran untuk menggulung martabak ini. Rupanya dulu ia hanya coba-coba dan ternyata teman-temannya suka. Ia pun memutuskan untuk menjadikan martabak gulung sebagai ciri khas martabaknya.

“Cik, apa sih bedanya martabak bangka dan martabak Bandung?” tanya saya sambil menunggu martabak saya.
“Sebenarnya isi dan adonannya nggak terlalu beda. Martabak bangka biasanya lebih berminyak sedangkan martabak bandung cenderung kering,” jelasnya.

Untuk satu porsi martabak harganya berkisar antara Rp.30 ribu-Rp.50 ribu sesuai dengan pilihan topping. Kamu bisa menambah wisman dengan tambahan harga Rp.25 ribu. Yup, wisman itu jelas bikin martabak kamu jadi lebih enak.

Martabak Bangka Akim, Tanjung Duren

Setelah selesai membuat martabaknya, Cik Akim bertanya apakah martabak itu mau ditata di mejanya atau tidak. Dari situ saya tahu kalau martabak ini pasti sudah sering didatangi media atau food bloggers.

Rasanya? Wah amazing!!!!! Martabaknya sangat lembut plus kembali lagi saya harus bilang kalau isiannya banyak sekali. Hati-hati dengan baju kamu karena isiannya bisa sampai jatuh-jatuhan.

Martabak Bangka Akim, Tanjung Duren

Martabak Bangka Akim, Tanjung Duren

Selesai shooting, saya pun pamit dan Cik Akim mengajak saya untuk datang kembali dan mencicipi martabak pandannya. Yang jelas saya pasti akan datang lagi dan Martabak Akim bisa jadi salah satu martabak favorit yang akan saya kunjungi berulang kali.

Baca juga: Tentang kuliner dan kebiasaan makan di Ho Chi Minh, Viet Nam

Martabak Bangka Akim, Tanjung Duren

Untuk teman-teman yang berada di kawasan Tanjung Duren, harus banget mampir dan mencoba Martabak Akim. Jangan lupa ajak ngobrol Cik Akimnya karena beliau baik banget. Cuss!!!

ALamat: Jl. Tanjung Duren Utara IV No. 456, Jakarta Barat, Jakarta
Jam buka: 16:30 – 23:00
Range harga: Rp.25 ribu – Rp.60 ribu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s