Alasan ternekat untuk Europe Trip, nonton konser Ladies of Soul 2018

Kadang semuanya terjadi begitu saja. Saya termasuk orang yang suka merencanakan sesuatu dengan cukup matang. Namun, ketika itu berbincang soal senang-senang, saya biasanya cukup mengalir.

Tiga tahun lalu (2015), saya lihat salah satu drummer kesukaan saya main di sebuah konser besar di Amsterdam. Saya tertarik dengan Ladies of Soul, sekelompok penyanyi dengan suara luar biasa yang mengundang Sheila E saat itu.

Saat itu, tidak ada di dalam benak saya untuk bisa menonton mereka. Dua personelnya Candy Dulfer dan Berget Lewis pernah datang untuk Java Jazz. Saya temui mereka. Prioritas saya bukan foto bareng, melainkan minta tanda tangan di poster Ladies of Soul. Tetap saja kurang tiga.

Sampai akhirnya ide gila itu muncul, tiga tahun setelah cari tahu banyak soal konser mereka saya kepikiran untuk datang ke sana. Januari 2018 saya memutuskan untuk ‘kejar target’ untuk konser tersebut.

Tiga bulan bukanlah waktu yang panjang untuk merencanakan sebuah perjalanan ke Eropa untuk pertama kalinya. Tapi nyatanya semua siap! Pesannya, semua bisa guys, ASAL USAHA! šŸ™‚

Sayangnya karena konser tersebut di Belanda, hampir semua cara pembelian tiket menggunakan bahasa Belanda. Tiket sempat terpesan dan ternyata direject. Pft! Saya tanya ke Berget Lewis dan Candy Dulfer, apakah mereka menyediakan ticket booth pada hari H karena saya beneran nggak bisa bayar tiketnya.

Terkaget adalah… Saya dikasih tiketnya dong! Jadi, Candy Dulfer minta tolong asistennya untuk taking care of me. Saya dapat email dari asistennya Candy, Tamara. Dia bilang, tiket saya aman bahkan it count as their treat. WOW!

Di hari H konser saya merinding. Nggak nyangka kalau saya berdiri di Ziggo Dome, tempat yang disebut-sebut paling kece untuk konser di Amsterdam. And, look my booking details:

Masuk ke dalam saya dihubungi Tamara, dia tanya apakah saya ada masalah.

Saya: “I’m good, thank you for a good spot, Tamara”
Tamara: “Could you please hands up, I’ll find you.”
Saya: “Thank you, Tamara! I would love to give you something. Its a gift from my Indonesian friend for Candy.”
Tamara: “I want you to give it to her”

Udah gitu. Digelangin saya dengan backstage pass. WAIT WHAT! BACKSTAGE PASS? Bahkan saya nggak bawa loh poster yang pengen banget ditandatanganin karena I WASNT EXPECTED THAT!

LADIES OF SOUL!

Dan konsernya luar biasa. Saya cuman mau bilang luar biasa. Powerfull, vibrant, dan pecah! Saya bisa melihat semuanya dengan baik, walaupun orang-orang di sekitar saya sangat tinggi. Saya belajar banyak hal!

LADIES OF SOUL!

LADIES OF SOUL!

LADIES OF SOUL!

 

Tiba akhirnya saat konser berakhir. Saya bilang Tamara kalau saya akan menunggu di depan. Saya memintanya untuk tidak terburu-buru karena saya tahu betul kalau she is in a rush. Dan ia menghampiri saya dan membawa saya masuk ke dalam satu ruangan.

Wow, di situ saya bisa melihat changing room mereka plus para personel Ladies of Soul yang sedang mengobrol dengan beberapa fans beruntung lainnya. Saya nggak berani maju lah, saya cuma menunggu sampai senggang. Pada dasarnya saya tidak mau terlalu annoying.

Sampai akhirnya Candy Dulfer menghampiri, kemudian memeluk saya. “Ah, there you are, Toshiko from Indonesia. Let me introduce you to the ladies.”

Bertemulah saya dengan semua personel, Edsilia, Glennis, dan tentunya Trintje; manta personel Ladies of Soul yang memilih solo karir. Yailah semuanya baik banget sama saya.

LADIES OF SOUL!

LADIES OF SOUL!

Kemudian saya juga menemui Berget Lewis. Kaget banget karena saya diijinkan masuk ke changing roomnya, Berget menyambut saya hangat bahkan menawarkan saya untuk datang lagi di hari besoknya. WOW OF COURSE SAYA MAU! Dia minta email saya dan ternyata tiketnya dikirim. Kali ini atas nama Berget Lewis.

LADIES OF SOUL!

Baca juga: Cerita bertemu Berget Lewis, salah satu anggota Ladies of Soul

Sebenarnya saya adalah orang yang jarang selfie dengan musikus atau selebriti. Saya hanya meminta tanda tangan beberapa musikus. Namun kali ini, saya rasa selfie is a must! That’s it setelah dapat semuanya saya pun pulang.

Apa ini dari tulisan ini? Nggak ada, cuma mau sharing pengalaman saja! Percayalah, ini masuk dalam konser terbaik yang pernah saya kunjungi dan suatu hari nanti saya pasti datang ke sini lagi! Diaminin aja dulu ye šŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s