Sesap kesederhanaan khas peranakan dari Kopi Es Tak Kie

A morning at Kopi Es Tak KieSaya adalah salah satu orang yang sering kali menikmati segelas kopi sambil bekerja. Tidak salah, namun menikmati segelas kopi sambil mengobrol itu merupakan sebuah aktivitas sosial yang juga menyenangkan. Kalau boleh tahu, kapan terakhir teman-teman ke tempat ngopi tanpa bawa laptop atau kerjaan?

Belum lama ini, saya memulai hari dengan hal yang jarang saya lakukan. Saya janjian dengan Justian Edwin untuk bangun sedikit lebih pagi untuk ke Kopi Es Tak Kie, legenda Es Kopi Susu di Indonesia. Ya, jauh sebelum es kopi kekinian muncul, Kopi Es Tak Kie sudah menjual es kopi susu sejak tahun 1927. Saya sudah tahu lama tentang kedai kopi khas Indonesia ini, tapi kemarin adalah kali pertama saya ke sana.

Kami disambut suasana pasar yang didominasi para keturunan Tiong Hoa. Lucunya, sebelum bertanya sudah ada orang yang berkata “Mau ke Tak Kie ya? Itu tuh di sana,” sambil menunjuk sebuah kedai yang dari depan lebih mirip kedai bakmi. Oh, rupanya Tak Kie juga menjual bakmi.

Tanpa AC, Wi-Fi, dan colokan, kami menikmati segelas es kopi mereka. Untuk kudapan, kami memilih siomay. Rasanya itu masih terlalu pagi untuk semangkuk bakmi. Lucunya, ini adalah kali pertama saya dan Justy menikmati segelas kopi tanpa notes, laptop, dan obrolan seputar pekerjaan.

A morning at Kopi Es Tak Kie

Saya melihat sekeliling dan saya jadi teringat obrolan bersama om William Wongso dan teh Santhi Serad. Lupa kapan tepatnya, tapi saya masih ingat sekali mereka pernah mengungkapkan kalau biasanya tempat makan orang Cina memang jarang yang didekorasi ulang. Pokoknya yang penting makanannya. Ini pun terbukti dari tempat Kopi Es Tak Kie yang jadul banget. Hiasan dindingnya saja berupa foto-foto yang saya prediksi sudah lama bergantung di situ. Oh, bisa jadi hanya kalendernya yang diganti secara tahunan.

Baca juga: No-gadget brunch, kenapa tidak?

A morning at Kopi Es Tak Kie

A morning at Kopi Es Tak Kie

A morning at Kopi Es Tak Kie

Baik penjaga kasir, pramusaji, dan beberapa orang di dapur didominasi orang yang sudah tidak muda. Tidak heran, karena memang biasanya orang Cina suka menjaga sendiri tokonya. Biasanya mereka juga mempercayakannya kepada tangan kiri yang benar-benar sudah dipilih. DIpastikan yang menjadi tangan kiri pun sudah loyal; bisa jadi ikut hingga puluhan tahun.

Stikynote Editor’s Guide: Kafe di Jakarta untuk Me Time

A morning at Kopi Es Tak Kie

Sedikit soal Kopi Es Tak Kie, kedai kopi ini sudah buka sejak tahun 1927. Dilansir dari websitenya, nama Tak Kie berasal dari kata Tak yang artinya orang bijaksana, sederhana, dan tidak macam-macam. Sementara itu, kata Kie berarti mudah diingat orang. Well, cocok ya sama tempatnya; sederhana dan diingat orang.

Kopi Es Tak Kie didirikan oleh seorang perantau Tiongkok bernama Liong Kwie Tjong yang awalnya hanya berupa warung kopi di petak 9. Kemudian kedai ini mulai menetap di Gang Gloria saat Liong Tjoen, putra Liong yang adalah generasi kedua, meneruskan usaha tersebut. Generasi ketiga adalah anak Liong Tjoen, Ayauw. Pada tahun 1976, ia mencampur beberapa jenis kopi ke dalam satu wadah dan sekarang dikenal dengan Es Kopi Tak Kie.

A morning at Kopi Es Tak Kie

Baca juga: SCBD, kopi, dan pekerja kantoran

Entah sampai kapan Kopi Es Tak Kie ini bisa bertahan di tengah banyaknya coffee shop yang bermunculan. Setahu saya, mereka mulai memproduksi kemasan kopinya sehingga tidak kalah dengan es kopi kekinian. Kendati demikian, berbagai inovasi yang dilakukan rasanya tidak mengubah orisinalitas es kopi di tempat ini. Setiap sesapannya mengalir kesederhanaan khas peranakan. Itulah yang memuat Kopi Es Tak Kie terasa spesial dan selalu diingat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s