Pengalaman glamping di Lakeside Rancabali, Ciwidey

Orangtua saya tidak pernah mengijinkan saya pergi kemping. Nggak tahu kenapa, tapi yang jelas mama saya biasanya selalu tidak setuju dengan rencana kemping; mulai dari SD, SMP, sampai SMA. Serunya, beberapa waktu lalu company trip mengharuskan saya kemping. Well, mama akhirnya setuju walaupun setiap 3 jam selalu telepon. Advertisements

Ketika liburan (harus) tetap buka laptop

Oke judul di atas adalah realita yang tidak bisa dihindari bila kamu bekerja di lingkungan start-up. Tahu dong, kenapa alasan kita diberi banyak kebebasan? Jelas karena di satu sisi kita juga harus selalu standby. Nggak salah, toh ini namanya resiko kerja di dunia start-up; apalagi kalau posisinya berkaitan dengan media sosial.

Liburan, haruskah terencana atau just let it flow?

Sesungguhnya saya ingin mengumpulkan mood untuk menulis beberapa cerita soal Europe trip yang saya lakukan beberapa waktu lalu. Pasalnya, saya bukanlah pelancong yang terstruktur. Anyway, sebelum masuk ke tulisan soal traveling saya itu, saya ingin menjelaskan sedikit soal traveling gaya saya.

Sebuah tulisan untuk kaum urban pencinta kopi

Sebenarnya ingin nulis ini dari lama, tapi akhirnya draft tulisan ini selesai juga. Jadi, beberapa waktu lalu saya sempat lewat di satu seminar intinya tentang pencerahan finansial untuk kaum milenial. Saya nggak pernah tertarik ikut seminar seperti ini; tapi itu speakernya teriak-teriak:

Selamat malam, jangan lupa sarapan

Entah banyak yang setuju atau tidak, bagi saya panjang pendeknya sebuah hubungan tidak menentukan kualitas hubungan tersebut. Bisa jadi sebuah hubungan yang dibina dalam jangka waktu yang cukup panjang, berakhir menjadi sebuah kenangan yang mudah dilupakan. Namun, bukan tidak mungkin kalau ternyata sebuah hubungan yang hanya berjalan beberapa hari justru menjadi yang sulit terlupakan.